Legenda Putri Bidadari: Kisah Cinta dari Kayangan

Legenda Putri Bidadari Dahulu kala, ketika bumi masih dipenuhi hutan-hutan lebat dan sungai jernih mengalir tanpa henti, langit dan bumi begitu dekat. Di langit yang tinggi, hiduplah para bidadari cantik dari kayangan. Mereka kerap turun ke bumi untuk bermain dan mandi di telaga suci yang tersembunyi di tengah hutan.

Di antara para bidadari itu, ada satu yang paling cantik dan berhati lembut. Ia bernama Putri Mayang Sari. Wajahnya bersinar seperti rembulan, rambutnya panjang terurai seperti benang sutra, dan suaranya selembut angin sore.


🌿 Pertemuan di Telaga

Suatu hari, Putri Mayang Sari dan enam saudarinya turun dari kayangan menggunakan selendang ajaib mereka. Mereka tertawa riang dan mandi di telaga yang airnya sebening kaca. Namun, tanpa mereka sadari, seorang pemuda bernama Raka, pemburu dari desa sekitar, tengah berjalan melewati hutan itu.

Saat Raka melihat para bidadari, ia begitu terpukau. Tapi tatkala para bidadari hendak kembali ke langit, Raka diam-diam mengambil selendang milik Mayang Sari. Tanpa selendangnya, sang putri tak bisa kembali ke kayangan.


💓 Cinta yang Tumbuh

Putri Mayang Sari pun menangis. Ia takut dan bingung. Melihat itu, Raka merasa bersalah dan akhirnya muncul dari balik semak.

“Maafkan aku, Putri. Aku hanya ingin mengenalmu. Aku tak bermaksud jahat.”

Putri Mayang Sari yang berhati lembut memaafkannya. Raka pun mengajak sang putri tinggal di desanya. Hari demi hari, benih cinta tumbuh di antara mereka. Mereka pun menikah dan hidup bahagia sebagai suami istri.


🌧️ Kembali ke Kayangan

Namun, kerinduan akan kayangan perlahan tumbuh di hati sang putri. Ia rindu keluarganya. Suatu hari, ia menemukan selendang ajaib yang disembunyikan Raka di balik lumbung padi. Dengan perasaan campur aduk, ia memakai kembali selendangnya.

Saat Raka pulang dan melihat sang istri telah siap terbang, ia berlutut sambil berkata,

“Kau akan pergi juga? Lalu bagaimana dengan aku dan anak kita?”

Dengan air mata yang mengalir, Putri Mayang Sari menjawab,

“Cintaku akan selalu bersamamu, Raka. Tapi aku harus pulang. Jika takdir mempertemukan kita kembali, aku akan turun.”

Lalu ia terbang kembali ke langit, meninggalkan jejak air mata dan kenangan indah di bumi.


🌙 Pesan Moral

Legenda Putri Bidadari mengajarkan kita tentang:

  • Ketulusan cinta yang tak selalu memiliki
  • Kejujuran dalam hubungan adalah hal utama
  • Rindu dan perpisahan adalah bagian dari cinta sejati

📜 Penutup

Dongeng Putri Bidadari Hingga kini, banyak masyarakat yang percaya bahwa telaga tempat bidadari mandi masih ada, tersembunyi jauh di dalam hutan. Konon, saat bulan purnama, kadang terdengar suara nyanyian lembut dari langit – suara Putri Mayang Sari, merindukan cinta yang pernah tumbuh di bumi.