Dongeng Putri Ular Dahulu kala, di sebuah kerajaan yang jauh di pedalaman hutan tropis, hiduplah seorang raja dan ratu yang belum juga dikaruniai anak.
Setiap malam mereka berdoa kepada langit, berharap suatu hari akan hadir seorang putri yang akan meneruskan tahta dan membawa kebahagiaan ke dalam istana. Hingga pada suatu malam berbintang, muncul seekor ular putih bersisik emas yang melingkar di pintu kamar raja dan ratu.
Ratu yang terbangun dari tidurnya mendengar suara bisikan halus dari ular itu.
“Aku datang membawa jawaban atas doamu. Tapi ingatlah, anak yang akan lahir tak seperti manusia biasa.”
Beberapa bulan setelah kejadian itu, ratu pun melahirkan seorang bayi perempuan. Namun, bayi itu tidak seperti bayi lainnya. Ia memiliki tubuh bagian bawah seperti ular, dan bagian atas seperti manusia. Rakyat menyebutnya Putri Ular.
👑 Kehidupan Sang Putri
Putri Ular tumbuh dengan kecantikan yang luar biasa dan kecerdasan yang menakjubkan. Meski tubuhnya berbeda, ia sangat bijaksana dan mampu berbicara dengan semua makhluk hutan.
Namun sayangnya, sebagian besar rakyat takut padanya. Mereka menganggap keberadaannya sebagai pertanda buruk. Karena itu, raja dan ratu menyembunyikan putri mereka di sebuah taman rahasia di dalam hutan.
Setiap hari, Putri Ular berbicara dengan burung, rusa, dan pepohonan. Alam menjadi sahabatnya.
🧙 Kutukan dan Ramalan
Suatu hari, seorang pertapa tua datang ke kerajaan dan menyampaikan ramalan:
“Ketika cahaya bulan purnama menyentuh air dan bunga teratai mekar di danau ketujuh, kutukan sang putri akan sirna, dan ia akan menjadi manusia seutuhnya—jika ada yang mencintainya tanpa rasa takut.”
Kabar ini menyebar ke seluruh negeri. Banyak pangeran datang mencoba mendekati sang putri, tapi tak satu pun bertahan lama. Mereka takut pada sisik emas di tubuhnya, atau hanya tertarik pada kecantikannya tanpa mengenal hatinya.
💕 Akhir yang Bahagia
Hingga akhirnya, datanglah seorang pemuda biasa bernama Arga, seorang penjaga taman istana. Ia sering diam-diam memperhatikan sang putri dan perlahan-lahan mulai menyukai kecerdasannya, kelembutannya, dan kebaikannya terhadap semua makhluk.
Arga tidak takut. Ia menemani sang putri setiap hari, hingga akhirnya ia mengaku bahwa ia mencintainya apa adanya.
Pada malam bulan purnama, tepat ketika mereka berdiri di tepi danau ketujuh, bunga teratai pun mekar. Cahaya bulan memantul di air, dan sisik emas sang putri perlahan-lahan berubah menjadi kaki manusia.
Putri Ular pun berubah menjadi Putri Manusia.
🌟 Pesan Moral
Kisah Putri Ular Dongeng ini mengajarkan bahwa:
- Kecantikan sejati datang dari hati dan kebaikan.
- Jangan menilai seseorang hanya dari penampilannya.
- Cinta yang tulus mampu menyembuhkan luka dan mengubah nasib.