Dongeng Ular n’Daung: Kisah Pengorbanan dan Balas Budi

Cerita Ular n’Daung Pada zaman dahulu, di sebuah desa kecil yang dikelilingi hutan lebat dan sungai jernih, hiduplah seorang pemuda miskin bernama La Bani. Ia hidup sebatang kara, tinggal di gubuk reyot dan sehari-hari bekerja sebagai pencari kayu bakar.

🪵 Pertemuan yang Tak Disangka

Suatu hari, saat La Bani sedang mencari kayu di dalam hutan, ia mendengar suara rintihan lirih. Ketika didekati, ternyata seekor ular besar terjepit di antara batang pohon tumbang.

Walau sempat ragu karena takut, hati nurani La Bani tak tega melihat hewan itu kesakitan. Dengan hati-hati, ia mengangkat batang kayu dan melepaskan ular tersebut.

“Terima kasih, manusia baik hati,” kata ular itu, “Namaku Ular n’Daung. Kau telah menyelamatkanku. Aku tak akan melupakan kebaikanmu.”

La Bani terkejut mendengar ular itu bisa bicara. Tapi ular n’Daung bukan ular biasa. Ia adalah makhluk sakti penjaga hutan yang bisa berubah wujud.

🌿 Hadiah dari Hutan

Sebagai balasan atas kebaikan La Bani, ular n’Daung mengajaknya ke sebuah gua rahasia di tengah hutan. Di dalamnya, penuh dengan batu-batu berkilau, emas, dan permata.

“Ambillah secukupnya. Gunakan untuk hidupmu dan jangan serakah,” pesan n’Daung.

La Bani pun mengambil seperlunya—beberapa koin emas dan sebongkah permata kecil. Ia berterima kasih dan pulang ke desa.

Sejak saat itu, kehidupan La Bani berubah. Ia bisa membangun rumah yang layak, berdagang, dan membantu orang miskin di desanya.

👑 Fitnah dan Pengkhianatan

Namun perubahan hidup La Bani menimbulkan iri hati. Para bangsawan desa menuduhnya mendapat kekayaan dari cara-cara terlarang. Mereka menuntut La Bani menunjukkan sumber kekayaannya.

Karena takut ular n’Daung celaka, La Bani menolak memberitahukan. Akibatnya, ia dipenjara.

Di saat terdesak, La Bani memanggil ular n’Daung lewat suara panggilan khusus yang pernah diajarkan. Dalam sekejap, ular n’Daung muncul dalam wujud manusia berjubah putih, menampakkan kesaktiannya di depan seluruh penduduk.

“Orang ini berhati mulia. Ia tidak pernah mencuri. Akulah saksi hidupnya,” ucap n’Daung tegas.

Orang-orang tercengang. Akhirnya, La Bani dibebaskan dan bahkan dijadikan penasihat raja karena kebaikannya.

🐍 Pelajaran dari Ular n’Daung

Setelah semua kejadian itu, ular n’Daung kembali ke hutan. Ia berpesan:

“Jangan pernah menyesali kebaikan, sekalipun orang lain tak melihatnya. Alam tak pernah lupa. Aku akan selalu ada bagi orang yang tulus.”


📝 Pesan Moral

Dongeng Ular n’Daung mengajarkan kita:

  • Kebaikan yang tulus akan dibalas, cepat atau lambat.
  • Kesetiaan dan rasa syukur akan membawa keberkahan.
  • Jangan serakah dalam menerima rezeki.
  • Kebenaran akan menang, meski harus melewati ujian.