Dongeng Telaga Warna Baik, berikut saya buatkan artikel cerita dongeng legenda Telaga Warna dengan bahasa yang mengalir dan cocok untuk bacaan:
Cerita Dongeng Legenda Telaga Warna
Indonesia memiliki banyak sekali cerita rakyat dan legenda yang hingga kini masih dikenal masyarakat. Salah satunya adalah legenda Telaga Warna, sebuah kisah yang berasal dari daerah Puncak, Jawa Barat. Telaga ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan cerita yang sarat makna tentang kesombongan, cinta orang tua, dan penyesalan.
Awal Kisah
Dahulu kala, di sebuah kerajaan di Jawa Barat, hiduplah seorang raja dan permaisuri yang telah lama mendambakan seorang anak. Doa mereka akhirnya terkabul, lahirlah seorang putri cantik jelita yang diberi nama Putri Gilang Rukmini. Sang putri tumbuh menjadi gadis yang sangat rupawan, namun sayangnya memiliki sifat yang manja dan kurang bersyukur.
Hadiah Ulang Tahun
Ketika usia sang putri menginjak remaja, raja mengadakan pesta besar untuk merayakan ulang tahunnya. Banyak rakyat berkumpul dan membawa hadiah untuk sang putri tercinta. Dari sekian banyak hadiah, ada satu yang paling istimewa, yaitu sebuah kalung emas berhiaskan permata. Kalung itu dibuat dengan penuh cinta dan harapan agar putri selalu ingat kasih sayang orang tuanya.
Namun, saat kalung tersebut diberikan, Putri Gilang Rukmini menolaknya. Ia merasa kalung itu tidak cukup indah dibandingkan dengan kecantikannya. Dengan wajah marah, ia melemparkan kalung itu hingga pecah berantakan di tanah.
Keajaiban Terjadi
Perbuatan itu membuat hati sang raja dan rakyatnya hancur. Banyak yang menangis sedih melihat kelakuan putri yang angkuh. Tak lama kemudian, bumi bergetar dan hujan deras turun tanpa henti. Yang jatuh membanjiri tempat itu dan menenggelamkan seluruh kerajaan. Air tersebut kemudian membentuk sebuah danau yang sekarang dikenal dengan nama Telaga Warna.
Air telaga itu berkilau indah dengan warna-warni yang memantulkan cahaya, seolah berasal dari pecahan kalung sang putri. Konon, warna-warni tersebut juga melambangkan tangisan rakyat dan penyesalan sang putri yang tidak pernah bisa kembali.
Pesan Moral
Legenda Telaga Warna mengajarkan kita untuk tidak bersikap sombong dan selalu bersyukur atas segala pemberian. Kasih sayang orang tua adalah anugerah yang tak ternilai, jauh lebih berharga daripada perhiasan duniawi.