Cerita Dongeng Rakyat Naga Basukih & Juga Sejarahnya

Dongeng Naga Basukih merupakan salah satu cerita rakyat Bali yang sarat dengan unsur kepercayaan, spiritualitas, dan kearifan lokal. Kisah ini berkaitan erat dengan Gunung Agung dan keberadaan Pura Besakih, pura terbesar dan tersuci bagi umat Hindu di Bali. Dalam cerita ini, sosok naga suci memainkan peran penting sebagai penjaga kesucian dan keseimbangan alam.


Asal-Usul Naga Basukih

Penjelmaan Dewata ke Dunia

Konon, pada zaman dahulu kala, para dewata turun ke bumi untuk menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan alam semesta. Salah satu dewa agung yang menjelma menjadi makhluk penjaga adalah Dewa Ananta Boga, yang menjelma menjadi seekor naga suci bernama Naga Basukih.

Tempat Kediaman Naga Basukih

Naga Basukih dikisahkan tinggal di bawah kaki Gunung Agung, tempat yang kini dikenal sebagai Pura Besakih. Ia dipercaya menjaga kesucian gunung dan pura dari gangguan roh jahat serta bencana alam.


Peran Naga Basukih dalam Kehidupan Spiritual

Penjaga Kesucian dan Alam

Masyarakat Bali meyakini bahwa Naga Basukih adalah simbol kekuatan alam dan spiritual. Ia bukan naga jahat seperti dalam dongeng Barat, melainkan makhluk suci yang memberi perlindungan dan kesejahteraan jika dihormati.

“Naga Basukih adalah penjaga tatanan alam. Bila ia marah, gunung bisa meletus, tetapi jika ia tenang, alam menjadi subur dan seimbang,” ujar para tetua adat.

Kaitan dengan Pura Besakih

Setiap upacara besar di Pura Besakih, umat Hindu memanjatkan doa kepada Naga Basukih agar senantiasa menjaga kesucian pura dan melindungi masyarakat dari bencana. Upacara ini adalah bentuk rasa hormat sekaligus komunikasi spiritual antara manusia dan penjaga alam.


Kisah Rakyat Tentang Kemarahan Naga Basukih

Pelanggaran Manusia

Dalam salah satu versi cerita, suatu ketika manusia menjadi tamak dan melanggar aturan adat. Mereka menebang pohon suci dan membangun rumah di tempat keramat. Hal ini membuat Naga Basukih murka.

Tanda-Tanda Kemarahan

Kemarahan Naga Basukih ditunjukkan melalui alam yang bergolak: hujan badai, gempa bumi, dan letusan Gunung Agung. Masyarakat yang sadar kemudian mengadakan upacara besar untuk memohon maaf dan menenangkan naga tersebut.


Pesan Moral Dongeng Naga Basukih

  • Alam adalah bagian dari kehidupan yang harus dihormati dan dijaga.
  • Keserakahan dan pelanggaran terhadap alam akan membawa bencana.
  • Keseimbangan spiritual dan alam harus dijaga melalui doa, upacara, dan perilaku baik.
  • Dongeng bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan nilai-nilai luhur.

Penutup

Cerita Naga Basukih tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Bali, tetapi juga pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan alam dan kekuatan spiritual. Melalui dongeng ini, generasi muda diajak untuk menjaga warisan leluhur, menjaga kesucian alam, dan hidup selaras dengan nilai-nilai kebaikan.