Cerita Rubah dan Gagak Berikut artikel Cerita Dongeng Rakyat: Rubah dan Gagak yang bisa digunakan untuk hiburan, edukasi, atau konten blog.
Cerita Dongeng Rakyat: Rubah dan
Dongeng rakyat selalu menyimpan pesan moral yang bermanfaat bagi semua usia. Salah satu dongeng yang terkenal berasal dari kumpulan cerita fabel adalah kisah “Rubah dan Gagak”. Cerita ini mengajarkan kita untuk berhati-hati terhadap pujian palsu dan tetap bijak dalam mengambil keputusan.
Kisahnya
Pada suatu pagi yang cerah, seekor gagak menemukan sepotong keju lezat di halaman rumah seorang petani. Dengan gembira, ia terbang dan hinggap di dahan pohon besar untuk menikmati sarapan tersebut.
Tak jauh dari situ, seekor rubah yang licik melihat gagak dengan keju di paruhnya. Rubah itu pun mulai berpikir cara untuk mendapatkan keju tersebut.
Rubah lalu mendekati pohon dan berkata dengan suara yang manis:
“Wah, sungguh indah bulu-bulumu, wahai Gagak. Pasti suaramu juga seindah penampilanmu. Aku ingin sekali mendengar nyanyianmu.”
Gagak yang merasa tersanjung pun ingin membuktikan bahwa ia memang bersuara merdu. Ia membuka paruhnya untuk bernyanyi—namun sepotong keju itu jatuh ke tanah.
Dengan cepat, rubah mengambil keju tersebut dan berkata sambil tertawa:
“Terima kasih, Gagak. Ingatlah, jangan pernah percaya begitu saja pada pujian.”
Rubah pun pergi sambil membawa keju, meninggalkan gagak yang merasa malu dan kecewa.
Pesan Moral
Cerita ini mengajarkan bahwa:
- Jangan mudah percaya pada pujian yang terdengar terlalu manis.
- Kewaspadaan lebih penting daripada rasa bangga sesaat.
- Kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan jika digunakan dengan bijak.
Kesimpulan
Dongeng Rubah dan Gagak adalah kisah sederhana yang sarat makna. Cocok untuk dibacakan kepada anak-anak sebelum tidur, atau dijadikan bahan diskusi ringan tentang kejujuran, kewaspadaan, dan kerendahan hati.