Dongeng Kalarahu berasal dari tradisi lisan masyarakat Jawa, khususnya yang hidup di sekitar kawasan pegunungan. Cerita ini menggambarkan kisah seorang makhluk raksasa bernama Kalarahu, yang dipercaya menjadi penjaga alam sekaligus simbol dari kekuatan dan ujian batin manusia.
🧟♂️ Tokoh Utama Kalarahu
Kalarahu digambarkan sebagai makhluk besar berbentuk manusia namun bertampang menyeramkan: bermata besar, berambut panjang, bertaring, dan berwajah hitam pekat. Dalam banyak versi pewayangan dan relief candi di Jawa, Kalarahu sering kali ditampilkan berdampingan dengan makhluk sejenis bernama Kala.
Menurut mitologi Jawa Kuno, Kalarahu bukanlah makhluk jahat, melainkan penjaga dari alam transisi antara dunia manusia dan dunia roh.
🧵 Kisah Legenda
Konon, dahulu kala, Kalarahu adalah makhluk langit yang sangat ambisius dan ingin mencapai kekuasaan abadi. Ia mencoba meminum tirta amerta, air kehidupan para dewa, agar menjadi abadi.
Namun, niatnya diketahui oleh Batara Surya (Dewa Matahari) dan Batara Candra (Dewa Bulan). Mereka melapor kepada Batara Guru, raja para dewa, yang kemudian memerintahkan Batara Wisnu untuk menggagalkan niat Kalarahu.
Saat Kalarahu meneguk air suci itu, Batara Wisnu segera melempar cakra dan memenggal kepala Kalarahu. Tapi karena ia telah menelan tirta amerta, kepalanya menjadi abadi, meskipun tubuhnya mati.
🌑 Akibat Kutukan
Karena dendam, kepala abadi Kalarahu kemudian mengejar matahari dan bulan, makhluk yang mengkhianatinya. Inilah mengapa dalam kepercayaan Jawa Kuno, gerhana matahari dan bulan dianggap sebagai peristiwa Kalarahu menelan keduanya.
Namun, karena hanya memiliki kepala, matahari dan bulan selalu bisa lolos dari telanannya.
🧠 Makna Filosofis
Cerita ini mengajarkan bahwa:
- Ambisi tanpa kendali bisa berakhir tragis.
- Keserakahan terhadap kekuasaan (simbol air kehidupan) membawa kehancuran.
- Walau gagal, niat buruk tetap meninggalkan jejak (seperti kepala abadi Kalarahu yang terus mengejar bulan dan matahari).
- Fenomena alam seperti gerhana punya penjelasan kultural dan spiritual yang dalam dalam budaya Jawa.
🛕 Warisan Budaya
Cerita Rakyat Jawa Kalarahu Relief cerita Kalarahu bisa ditemukan di Candi Kalasan, Candi Prambanan, dan Candi Dieng, menggambarkan interaksi manusia dengan alam semesta melalui simbol-simbol mitologi. Di beberapa daerah Jawa, nama “Kalarahu” juga digunakan dalam seni pertunjukan wayang dan tarian ritual.