Legenda Danau Lipan Kutukan Balas Dendam yang Menjadi Danau

Legenda Danau Lipan berasal dari wilayah Kalimantan Timur, Indonesia. Cerita ini diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak dan dikenal luas karena mengandung pesan moral kuat tentang kesombongan, ketamakan, dan akibat dari pengkhianatan terhadap sesama.

🐍 Kisah Awal: Seorang Raksasa dan Ular Lipan

Dahulu kala, hiduplah seorang raksasa sakti yang menjaga sebuah lembah subur. Ia dikenal sebagai Lipan, bukan karena tubuhnya seperti serangga, tetapi karena ia memiliki kemampuan berubah menjadi seekor ular raksasa panjang dengan sisik merah menyala yang tampak seperti lipan.

Lipan bersahabat dengan masyarakat desa dan memberi mereka hasil bumi melimpah serta air bersih dari mata air di gunung. Namun, ia memberi satu syarat: “Jangan ada yang mencoba mencuri hartaku yang kusimpan di balik tebing utara.”


💰 Pengkhianatan dan Kutukan

Seiring waktu, para penduduk mulai serakah. Mereka menyusun rencana mencuri emas yang disembunyikan Lipan. Saat Lipan pergi ke hutan, beberapa pemuda mendaki tebing dan berhasil membawa kabur beberapa bongkah emas.

Namun, Lipan mengetahui pengkhianatan itu. Dengan murka, ia mengibaskan tubuhnya, menghantam tanah hingga lembah itu terbelah. Air keluar dari dalam bumi, membanjiri desa dan menenggelamkan segalanya.

Konon, teriakan dan jeritan para pendosa itu masih bisa terdengar ketika malam tiba, dan danau itu pun dinamai Danau Lipan sebagai pengingat akan murka sang penjaga dan kutukan atas keserakahan.


🧭 Lokasi Legenda

Cerita Danau Lipan Walaupun Danau Lipan dalam legenda tidak selalu dikaitkan dengan danau spesifik secara geografis, banyak masyarakat di Kalimantan Timur percaya bahwa danau-danau tenang yang terbentuk di lembah-lembah dalam, seperti di Kabupaten Kutai Barat atau Kutai Kartanegara, menyimpan cerita serupa.


📜 Pesan Moral

Legenda Danau Lipan mengajarkan kita:

  • Jangan mengkhianati kepercayaan orang lain.
  • Keserakahan akan mendatangkan kehancuran.
  • Alam dan makhluk sakti yang menjaga bumi harus dihormati.