Asal Usul Silampari: Legenda, Sejarah, dan Identitas Budaya Sumatera Selatan

Legenda Silampari adalah nama yang tidak asing bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya yang tinggal di wilayah Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Namun, di balik nama yang indah ini, tersembunyi kisah sejarah dan legenda yang menjadi warisan budaya masyarakat lokal.


📜 Arti Nama “Silampari”

Nama Silampari berasal dari dua kata dalam bahasa Melayu:

  • “Sila” yang berarti pergi atau menghilang
  • “Ampari” atau “Ampari’” yang berarti putri

Secara keseluruhan, Silampari berarti “putri yang pergi atau hilang”. Nama ini terkait erat dengan sebuah legenda rakyat yang mengisahkan seorang putri bangsawan yang melarikan diri atau menghilang dari kerajaan karena konflik cinta dan kehormatan.


🏯 Legenda Putri Silampari

Menurut cerita rakyat setempat, tersebutlah seorang putri cantik dari Kerajaan di wilayah Musi Rawas. Ia jatuh cinta pada seorang pemuda biasa yang tidak mendapat restu dari ayahandanya, sang raja. Karena cintanya ditentang, sang putri memilih “menghilang” dari istana, lalu pergi jauh, dan konon menetap di suatu daerah yang kemudian dikenal dengan nama Silampari.

Cerita ini berkembang dari generasi ke generasi, dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya.


🏞️ Wilayah yang Mengusung Nama Silampari

Hari ini, nama Silampari digunakan dalam berbagai institusi dan simbol kebudayaan, seperti:

  • Bandar Udara Silampari di Lubuklinggau
  • Radio Silampari FM
  • TV Lokal Silampari
  • Silampari Art Festival
  • Nama surat kabar lokal dan institusi pemerintahan

Silampari bukan hanya nama, tapi telah menjadi identitas kultural dan kebanggaan lokal.


🏛️ Dimensi Sejarah: Dari Marga hingga Kota Madya

Selain dimensi legenda, Silampari juga berkaitan dengan sejarah terbentuknya wilayah Musi Rawas dan Lubuklinggau. Kawasan ini dulunya merupakan bagian dari sistem marga dalam pemerintahan kolonial Belanda. Nama Silampari kemudian dijadikan simbol untuk menyatukan beberapa marga dan suku yang tinggal di daerah perbukitan dan dataran tinggi sekitar sungai Musi.


🌿 Warisan Budaya Silampari

Budaya Silampari dikenal kaya akan:

  • Tari-tarian tradisional (seperti Tari Silampari)
  • Busana adat khas dengan motif songket Musi Rawas
  • Sastra lisan berupa pantun dan syair klasik
  • Kesenian reog, randai lokal, dan debus

Pemerintah setempat secara aktif menghidupkan kembali budaya Silampari sebagai upaya menjaga warisan leluhur.


📌 Kesimpulan

Asal Usul Silampari bukan hanya kisah seorang putri yang menghilang. Ia adalah simbol dari cinta, kehormatan, dan sejarah panjang masyarakat di pedalaman Sumatera Selatan. Dalam konteks modern, Silampari telah menjelma menjadi identitas yang menyatukan masyarakat Lubuklinggau dan Musi Rawas—sebuah nama yang memuat jejak budaya, sejarah, dan harapan masa depan.