Dongeng Asal Muasal Nama Banyuwangi: Kisah Cinta dan Kesetiaan

Dongeng Banyuwangi , sebuah kota di ujung timur Pulau Jawa, dikenal sebagai “The Sunrise of Java.” Di balik namanya yang indah, tersimpan sebuah dongeng rakyat Jawa yang penuh nilai moral, kesetiaan, dan pengorbanan. Cerita ini menjadi legenda turun-temurun yang dikenal sebagai asal usul nama Banyuwangi.


🏰 Kisah Raden Banterang dan Surati

Dahulu kala, di sebuah kerajaan kecil di wilayah timur Jawa, hiduplah seorang raja muda bernama Raden Banterang. Ia adalah seorang pemimpin gagah berani yang hobi berburu ke dalam hutan.

Suatu hari saat berburu, Raden Banterang bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Surati. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah mengetahui bahwa Surati adalah anak dari seorang raja yang kerajaannya telah dihancurkan musuh, Raden Banterang pun membawa Surati ke istana dan menjadikannya istrinya.


🐍 Fitnah dari Sang Kakak

Namun, kedamaian mereka tidak berlangsung lama. Kakak kandung Surati, yang masih menyimpan dendam kepada kerajaan Raden Banterang, mendatangi Surati secara diam-diam. Ia memintanya membalas dendam dengan membunuh suaminya.

Surati menolak permintaan itu karena ia telah mencintai dan setia kepada Raden Banterang. Namun, demi menyelamatkan nyawa kakaknya sendiri, ia pura-pura menyetujui dan menerima keris (senjata) sebagai alat pembunuhan.


😡 Tuduhan dan Ujian Kesetiaan

Beberapa waktu kemudian, Raden Banterang menemukan keris itu tersembunyi di kamar Surati. Ia murka dan merasa dikhianati. Tanpa memberi kesempatan Surati menjelaskan, ia membawanya ke tepi sungai dan berniat membunuhnya.

Surati pun berkata dengan tenang,

“Jika aku memang bersalah dan berniat jahat padamu, air sungai ini akan menjadi keruh dan berbau busuk. Tapi jika aku tidak bersalah dan tetap setia padamu, air sungai ini akan tetap jernih dan wangi.”


🌊 Keajaiban Terjadi

Setelah Surati mengucapkan kata-kata itu, ia menceburkan diri ke dalam sungai. Keajaiban terjadi: aliran sungai yang tadinya tenang menjadi jernih dan mengeluarkan aroma harum yang luar biasa. Raden Banterang sangat menyesal dan menyadari kesalahan serta ketidakadilannya.

Namun, Surati telah tiada. Untuk mengenang kesetiaan dan pengorbanannya, Raden Banterang menamai tempat itu “Banyu Wangi”, yang berarti “Air yang Harum”.


📚 Nilai Moral dalam Cerita

Cerita asal-usul Banyuwangi mengajarkan banyak hal:

  • Kesetiaan seorang istri yang rela berkorban demi cinta dan kebenaran.
  • Pentingnya mendengarkan penjelasan sebelum mengambil keputusan.
  • Menyesali perbuatan setelah semuanya terlambat tidak akan mengubah kenyataan.

Asal Muasal Nama Banyuwangi Kini, Banyuwangi tumbuh sebagai kota yang maju, namun kisah Surati dan Raden Banterang tetap hidup dalam budaya masyarakatnya. Nama “Banyuwangi” menjadi simbol cinta sejati, kesetiaan, dan keharuman hati seseorang yang bersih dari dendam.