Legenda Si Lancang Kisah Durhaka Anak Kepada Ibunya 2025

Dongeng Si Lancang

Dongeng Si Lancang berasal dari Provinsi Riau, terutama dikenal di daerah pesisir timur Sumatera. Cerita ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai peringatan bagi anak-anak agar tidak durhaka kepada orang tua, khususnya kepada ibu.

Asal Usul Cerita Dan Siapa Si Lancang?

Si Lancang adalah seorang pemuda miskin yang hidup bersama ibunya, Mak Lancang, di sebuah kampung nelayan. Mereka hidup sederhana, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Meski hidup susah, sang ibu membesarkan Lancang dengan penuh kasih sayang.

Namun, seiring waktu, Si Lancang tumbuh menjadi pemuda ambisius dan haus kekayaan. Ia merasa malu dengan kemiskinan ibunya dan kampungnya. Maka, ia pun pergi merantau, meninggalkan ibunya tanpa pamit, demi mencari harta dan kejayaan.

Si Lancang Kembali sebagai Orang Kaya

Bertahun-tahun kemudian, Si Lancang kembali ke kampung halamannya. Kini ia bukan lagi nelayan miskin, melainkan saudagar kaya raya dengan kapal besar, banyak anak buah, dan istri cantik dari negeri seberang.

Kedatangan kapal megah itu membuat heboh seluruh kampung. Termasuk Mak Lancang, yang mendengar kabar bahwa saudagar itu adalah anak kandungnya. Dengan haru, sang ibu datang ke kapal membawa bekal makanan kesukaan Si Lancang.


💔 Durhaka dan Pengingkaran

Namun, saat Mak Lancang naik ke kapal, Si Lancang malah menyangkal bahwa wanita tua itu adalah ibunya. Ia merasa malu dan takut harga dirinya jatuh di hadapan istri dan anak buahnya. Dengan kasar, ia menyuruh ibunya pergi dan membuang makanan yang dibawanya.

Mak Lancang pun tersungkur sedih, hatinya remuk oleh penolakan anak yang ia besarkan dengan penuh cinta.


⚡ Kutukan Mak Lancang

Dalam kesedihan yang mendalam, Mak Lancang berdoa sambil berkata:

“Ya Tuhan, jika benar dia anakku, maka hukumlah dia karena telah durhaka pada ibunya.”

Langit tiba-tiba menjadi gelap, petir menyambar, badai besar datang menggulung lautan. Kapal megah Si Lancang pun terbalik dan tenggelam ke dasar laut. Konon, puing-puing kapal itu menjadi pulau-pulau kecil di sekitar pesisir Riau.


📚 Pesan Moral

Legenda Si Lancang mengajarkan kita tentang:

  • Pentingnya berbakti kepada orang tua, terutama ibu.
  • Harta dan status tidak sebanding dengan kasih ibu.
  • Kesombongan dan malu terhadap asal-usul bisa membawa kehancuran.

Legenda Si Lancang Cerita ini kerap diceritakan kembali dalam bentuk drama tradisional, puisi, dan bahkan lagu-lagu daerah Melayu. Hingga kini, Legenda Si Lancang masih relevan sebagai pengingat kuat tentang nilai filial piety (bakti anak kepada orang tua) dalam budaya Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *