Dongeng Kucing Karkal dan Burung Puyuh Pelajaran dari Rasa Serakah

Kucing Karkal dan Burung Puyuh

Kucing Karkal dan Burung Puyuh Pada suatu masa di pinggir hutan Afrika yang tenang, hiduplah seekor kucing liar bernama Karkal. Ia memiliki bulu cokelat keemasan, telinga runcing seperti tombak, dan tatapan tajam yang membuat hewan lain segan. Karkal dikenal sebagai pemburu ulung. Namun, sifatnya yang serakah dan sombong membuat ia tidak disukai oleh hewan-hewan lain.

Di sisi lain, hidup pula seekor burung puyuh kecil yang ramah dan cerdik. Meski tubuhnya kecil dan tidak bisa terbang tinggi, ia punya banyak teman dan sangat disayangi oleh hewan-hewan hutan karena kerendahan hatinya.

Suatu Hari yang Panas

Pada suatu siang yang terik, Karkal merasa lapar. Ia mengendap-endap ke padang ilalang, berharap bisa menemukan mangsa mudah. Tiba-tiba, ia melihat si Burung Puyuh sedang mematuk biji-bijian di dekat batu besar.

“Ah, mangsa mudah,” pikir Karkal. “Sekali lompat, langsung kenyang!”

Namun sebelum melompat, Karkal mendengar suara burung puyuh bersenandung:

“Hidup bukan hanya tentang makan,
Tapi juga tentang berbagi dan berteman.”

Karkal terdiam. Belum pernah ia mendengar hewan berbicara seperti itu.

Rencana Licik

Meski sedikit ragu, Karkal tetap mendekati si puyuh.

“Hai burung kecil, kau sedang apa?” tanya Karkal sambil tersenyum manis — senyum yang penuh tipu daya.

“Aku sedang mengumpulkan biji untuk dibagikan besok saat pesta panen bersama hewan-hewan lain,” jawab puyuh ceria. “Kau mau datang?”

Karkal pura-pura tertarik. “Tentu. Tapi bukankah kau lelah? Biar aku bantu membawa biji-bijianmu.”

Burung puyuh sangat senang. Ia tidak tahu bahwa Karkal punya rencana lain: ia akan menipu dan memakan si puyuh saat malam tiba.

Karma Sang Karkal

Namun, saat malam datang dan Karkal mencoba menerkam si puyuh, tiba-tiba ia terjerat jaring! Rupanya, para hewan lain sudah curiga dan sengaja memasang perangkap karena tahu Karkal sering berbuat curang.

Si puyuh berkata sambil mendekat:

“Siapa yang menebar tipu daya, akan menuai bencana.
Kau bisa hebat, Karkal, tapi tak akan pernah menang dari kebaikan bersama.”

Dongeng Kucing Karkal dan Burung Puyuh Karkal akhirnya dilepaskan, namun ia malu dan sadar akan kesalahannya. Sejak hari itu, ia tak lagi serakah. Ia belajar berbagi dan menjadi penjaga pesta panen tahunan bersama si burung puyuh.


🐾 Pesan Moral:

  • Keserakahan membawa kehancuran.
  • Kecerdikan dan kerja sama lebih berharga daripada kekuatan.
  • Kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk menang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *