Dongeng Batu Menangis – Kisah Rakyat Penuh Pesan Moral

Cerita Batu Menangis

Cerita Batu Menangis adalah salah satu dongeng rakyat Indonesia yang berasal dari Kalimantan Barat. Kisah ini diceritakan turun-temurun dan sarat dengan pesan moral tentang pentingnya berbakti kepada orang tua serta tidak bersikap sombong.


Cerita Batu Menangis

Dahulu, di sebuah desa di Kalimantan Barat, hiduplah seorang janda tua bersama anak perempuannya yang cantik jelita. Anak ini tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, namun sayang, sifatnya sombong dan manja. Ia merasa malu memiliki ibu yang miskin dan sudah tua.

Suatu hari, sang gadis meminta ibunya menemaninya pergi ke pasar. Ibunya setuju dan berjalan di belakangnya sambil membawa keranjang belanja. Di perjalanan, beberapa orang yang melihat mereka bertanya apakah perempuan tua itu adalah ibunya. Gadis itu merasa malu dan menjawab dengan sombong:

“Bukan, dia hanyalah pembantuku.”

Perkataan itu menusuk hati sang ibu. Meski sedih, ia tetap berjalan mengikuti anaknya. Namun, di dalam hati, ia berdoa kepada Tuhan agar anaknya diberi pelajaran agar tidak durhaka.

Tiba-tiba, langit mendung dan hujan turun deras. Ajaibnya, tubuh sang gadis mulai berubah menjadi batu dari kaki hingga kepala. Ia menangis dan memohon ampun, namun semuanya terlambat. Akhirnya, ia berubah menjadi batu sepenuhnya.

Batu itu kemudian dikenal oleh penduduk sekitar sebagai Batu Menangis, karena konon batu tersebut sering mengeluarkan tetesan air seperti air mata.


Pesan Moral dari Batu Menangis

Dongeng ini mengajarkan kita bahwa:

  1. Hormati dan sayangi orang tua meskipun mereka sederhana atau miskin.
  2. Jangan sombong terhadap orang lain, apalagi kepada keluarga sendiri.
  3. Kecantikan sejati datang dari hati yang tulus dan penuh kasih, bukan hanya dari wajah yang rupawan.

Nilai Budaya

Dongeng Batu Menangis menjadi salah satu warisan budaya lisan yang terus diceritakan dalam berbagai bentuk—baik di sekolah, buku dongeng, maupun pertunjukan seni. Cerita ini tak hanya populer di Kalimantan Barat, tetapi juga dikenal di berbagai daerah di Indonesia. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *