Cerita Dongeng Ni Bawang Teken Ni Kesuna

Ni Bawang Teken Ni Kesuna

Ni Bawang Teken Ni Kesuna Berikut adalah artikel dongeng berjudul “Ni Bawang teken Ni Kesuna”, disajikan dalam bentuk cerita yang cocok untuk pembaca anak-anak maupun untuk keperluan edukasi budaya Bali. Dongeng Ni Bawang teken Ni Kesuna adalah salah satu cerita rakyat tradisional Bali yang sangat terkenal. Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya kejujuran, kerja keras, dan bagaimana kebaikan akan selalu menang atas kejahatan. Yuk, simak kisahnya!

Cerita Dimulai

Pada zaman dahulu, di sebuah desa di Bali, hiduplah dua gadis bersaudara. Mereka bernama Ni Bawang dan Ni Kesuna. Walaupun mereka tinggal di rumah yang sama, sikap mereka sangat berbeda.

  • Ni Bawang adalah anak yang baik hati, rajin, dan penyayang.
  • Sedangkan Ni Kesuna adalah anak yang pemalas, iri hati, dan suka memerintah.

Setiap hari, Ni Bawang bekerja membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, dan membantu tetangga. Sementara itu, Ni Kesuna hanya duduk santai, merias diri, dan sering menyuruh Ni Bawang melakukan semua pekerjaan.


🐔 Misi Mencari Telur Ayam

Suatu hari, ibu mereka menyuruh kedua gadis itu mencari telur ayam di hutan. Mereka pun pergi bersama, tapi di tengah jalan, Ni Kesuna berkata:

“Kita bagi tugas saja. Kamu cari ke utara, aku ke selatan. Nanti kita bertemu di tengah.”

Ni Bawang patuh dan segera berjalan ke arah utara. Ia menyusuri jalan setapak dan mendengar suara ayam dari balik semak. Ia pun mengikuti suara itu dan menemukan seekor ayam yang sedang bertelur.

Saat mendekat, ayam itu tiba-tiba berbicara:

“Ni Bawang, kalau kamu ingin telurnya, bersihkan dulu buluku, beri aku makan, dan tolong rawat sarangku.”

Tanpa ragu, Ni Bawang langsung merawat ayam itu dengan sabar. Setelah selesai, ayam tersebut memberikan sebutir telur emas sebagai hadiah. Ni Bawang berterima kasih lalu pulang.


😈 Ni Kesuna yang Serakah

Ni Kesuna melihat telur emas itu dan langsung iri. Ia pun kembali ke hutan mencari ayam yang sama. Saat bertemu, ayam itu berkata hal yang sama padanya:

“Bersihkan buluku, beri makan, dan rawat sarangku jika ingin telurnya.”

Namun, Ni Kesuna menolak. Ia malah marah dan memaksa mengambil telur ayam itu. Akibatnya, ayam tersebut berubah menjadi raksasa dan mengejar Ni Kesuna sampai ia jatuh ke lumpur.

Ia pulang dengan wajah penuh lumpur dan tidak membawa apa-apa. Ibunya pun kecewa.


🌈 Akhir Cerita dan Pesan Moral

Sejak hari itu, Ni Bawang menjadi lebih disayang oleh semua orang karena kebaikan dan kerajinannya. Sementara itu, Ni Kesuna belajar bahwa kesombongan dan kemalasan tidak akan pernah membawa kebaikan.

Pesan Moral:

  • Kebaikan hati akan selalu dibalas dengan kebaikan.
  • Jangan iri terhadap keberhasilan orang lain.
  • Rajin dan jujur adalah kunci untuk hidup bahagia.

Dongeng Ni Bawang teken Ni Kesuna adalah warisan budaya Bali yang penuh nilai moral dan pantas untuk terus dilestarikan. Mari kita terus ceritakan kisah-kisah penuh makna ini kepada anak-anak agar budaya dan ajaran leluhur kita tidak hilang ditelan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *