Cerita dongeng I Sugih ajak I Tiwas berasal dari Bali dan mengandung pesan moral yang dalam. Kisah ini menggambarkan dua saudara yang memiliki nasib berbeda karena sikap dan perilaku mereka terhadap sesama.
Hikayat Dua Bersaudara
I Sugih: Si Kaya yang Sombong
Di sebuah desa kecil di Bali, hiduplah seorang pria bernama I Sugih. Ia dikenal sebagai orang yang sangat kaya, memiliki banyak sawah, harta benda, dan hewan ternak. Namun, kekayaannya membuatnya tinggi hati, kikir, dan tidak peduli pada orang lain—termasuk adik kandungnya sendiri.
I Tiwas: Si Miskin yang Sabar dan Baik Hati
Berbeda dengan I Sugih, adiknya I Tiwas hidup dalam kemiskinan. Ia bekerja keras setiap hari untuk menghidupi keluarganya yang serba kekurangan. Meskipun miskin, hati I Tiwas sangat mulia. Ia selalu sabar, tidak iri, dan tetap menghormati kakaknya.
Permintaan Tolong yang Ditolak
I Tiwas Memohon Bantuan
Karena keadaan yang sangat sulit, I Tiwas datang ke rumah kakaknya untuk memohon sedikit bantuan berupa beras.
“Kak, bolehkah aku meminjam beras? Anak-anakku belum makan,” ucapnya penuh harap.
I Sugih Menolak dengan Sombong
Namun I Sugih malah mencemooh:
“Kau miskin karena kau malas! Jangan minta apa pun dariku!”
I Tiwas pulang dengan hati sedih, namun ia tetap tabah dan tidak membalas perlakuan buruk itu.
Pertemuan Ajaib di Hutan
Bertemu Lelaki Tua Bijak
Suatu hari, saat mencari kayu bakar di hutan, I Tiwas bertemu dengan seorang lelaki tua berpakaian putih. Orang tua itu meminta tumpangan bermalam.
Tanpa ragu, I Tiwas membawanya pulang dan menjamu sebaik mungkin, walaupun ia sendiri kekurangan.
Hadiah Batu Ajaib
Keesokan paginya, orang tua itu berkata,
“Kebaikanmu akan dibalas. Temuilah pohon besar di hutan nanti sore.”
Di bawah pohon itu, I Tiwas menemukan batu ajaib yang bisa mengeluarkan makanan dan emas jika disentuh dengan rasa syukur.
Balasan untuk Keserakahan
I Sugih Ingin Ikut Kaya
Mengetahui perubahan nasib adiknya, I Sugih merasa iri dan memaksa adiknya memberitahukan rahasia kekayaannya. Dengan hati terbuka, I Tiwas menceritakan semuanya.
Kutukan Batu Serakah
Namun ketika I Sugih mengikuti petunjuk itu, ia melakukannya dengan niat serakah dan penuh kesombongan. Lelaki tua yang bijak pun menampakkan diri, tetapi memberikan batu kutukan yang justru menghisap semua harta milik I Sugih. Ia pun jatuh miskin dan tidak pernah bisa bangkit lagi.
Pesan Moral Dongeng I Sugih Ajak I Tiwas
- Dongeng I Sugih Ajak I Tiwas Kebaikan hati dan kesabaran akan selalu dibalas.
- Kesombongan dan keserakahan akan membawa petaka.
- Jangan menilai seseorang dari hartanya, tapi dari perilakunya.
- Selalu bersyukur dan ringan tangan dalam menolong sesama.