Asal Mula Huruf Jawa  Kisah Legendaris Aji Saka

Kisah Legendaris Aji Saka

Asal Mula Huruf Jawa Cerita tentang asal mula huruf Jawa merupakan salah satu legenda budaya yang diwariskan turun-temurun di tanah Jawa. Kisah ini menceritakan seorang tokoh bernama Aji Saka, seorang pemuda sakti dan bijaksana yang menjadi tokoh utama dalam sejarah terciptanya huruf Jawa (Hanacaraka).

Kategori: Dongeng Sejarah & Budaya
Asal: Pulau Jawa, Indonesia
Tema: Asal usul aksara Jawa (hanacaraka)
Tokoh utama: Aji Saka, Dora, Sembada, Raja Dewata Cengkar


🧙‍♂️ Kisah Aji Saka dan Negeri Medang Kamulan

Dahulu kala, di sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan, hiduplah seorang raja jahat dan pemakan manusia bernama Prabu Dewata Cengkar. Rakyat hidup dalam ketakutan karena sang raja meminta korban manusia setiap hari.

Di sisi lain, Aji Saka adalah seorang pemuda sakti dari daerah lain yang memiliki tujuan menyebarkan peradaban dan ilmu pengetahuan. Saat mendengar kekejaman Raja Dewata Cengkar, Aji Saka berniat untuk datang dan menghentikan kezaliman itu.


⚔️ Aji Saka Menghadapi Dewata Cengkar

Aji Saka datang ke Medang Kamulan dan menantang sang raja dalam adu kekuatan. Tapi Aji Saka tidak menggunakan kekuatan fisik, melainkan ilmu dan kecerdasannya. Ia mengelabui Dewata Cengkar dengan meminta sebidang tanah “seluas sorban yang dipakainya”. Sang raja mengizinkan.

Dengan kesaktiannya, Aji Saka melebarkan sorbannya hingga menutupi seluruh wilayah kerajaan. Saat raja tidak terima dan hendak menyerang, Aji Saka mendorongnya ke laut. Dewata Cengkar pun jatuh ke samudera dan berubah menjadi buaya putih.

Rakyat bersorak. Aji Saka lalu diangkat sebagai raja yang baru.


🧾 Kisah Sedih: Dora dan Sembada

Sebelum memasuki kerajaan, Aji Saka menitipkan pusakanya (keris sakti) kepada salah satu abdinya bernama Sembada, dengan pesan agar tidak menyerahkan pusaka itu kepada siapa pun kecuali Aji Saka sendiri.

Beberapa hari kemudian, Aji Saka menyuruh abdi lainnya, Dora, untuk mengambil pusaka tersebut. Tapi karena Sembada berpegang teguh pada perintah awal, ia menolak. Terjadilah pertarungan sengit antar dua abdi yang setia, hingga keduanya tewas.

Aji Saka sangat sedih mengetahui bahwa kesetiaan mereka justru berakhir tragis. Untuk mengenang jasa keduanya, Aji Saka menciptakan 20 aksara Jawa yang masing-masing mewakili cerita ini.


📝 Aksara Jawa (Hanacaraka)

Huruf Jawa lahir dari kisah ini, terdiri dari 20 huruf utama dalam bentuk tembang:

Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga

Jika diartikan sebagai sebuah kalimat puitis, maknanya:

“Ha na ca ra ka” – Ada dua utusan
“Da ta sa wa la” – Mereka saling berbeda dan bertarung
“Pa dha ja ya nya” – Keduanya sama kuatnya
“Ma ga ba tha nga” – Akhirnya keduanya mati


🎓 Nilai Budaya dan Filosofi

Kisah Aji Saka mengandung banyak pelajaran, antara lain:

  • Kesetiaan dan tanggung jawab (Dora & Sembada)
  • Kecerdasan mengalahkan kekuatan brutal (Aji Saka vs Dewata Cengkar)
  • Asal mula aksara sebagai simbol peradaban
  • Pengorbanan dalam menjaga amanah

Legenda Aji Saka tidak hanya menjadi cerita rakyat, tapi juga menandai lahirnya peradaban literasi di tanah Jawa. Aksara hanacaraka masih digunakan hingga kini dalam seni, budaya, dan pendidikan.

Cerita ini mengingatkan kita bahwa tulisan dan bahasa adalah warisan penting yang perlu dilestarikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *