Dongeng Rubah dan Anggur adalah salah satu cara terbaik untuk menyampaikan pesan moral yang sederhana namun mendalam. Salah satu dongeng klasik yang hingga kini masih populer adalah “Rubah dan Anggur”. Cerita ini mengisahkan seekor rubah yang cerdik namun juga congkak, yang akhirnya memberikan pelajaran berharga tentang sikap kita menghadapi kegagalan.
Cerita Dongeng Rubah dan Anggur
Pada suatu hari yang panas di musim kemarau, seekor rubah lapar berjalan melewati sebuah kebun anggur. Dari kejauhan, ia melihat tandan-tandan anggur ungu yang ranum bergelantungan di atas pohon rambat.
“Ah, anggur itu pasti manis sekali. Kalau aku bisa memakannya, rasa laparku akan hilang,” gumam si rubah sambil menatap anggur yang menggoda.
Rubah itu pun berusaha melompat untuk meraih anggur. Ia berlari lalu melompat tinggi, namun tandan anggur tetap terlalu jauh. Ia mencoba lagi dengan berbagai cara, bahkan meloncat berkali-kali, tapi tetap tidak berhasil. Anggur-anggur itu tergantung terlalu tinggi di atasnya.
Setelah berulang kali gagal, rubah akhirnya berhenti dengan napas terengah-engah. Ia menatap anggur yang berkilau diterpa sinar matahari, lalu berkata dengan nada meremehkan:
“Hmph! Anggur-anggur itu ternyata masih mentah. Pasti rasanya asam, tidak enak dimakan. Untuk apa aku bersusah payah mendapatkannya?”
Dengan congkak, rubah itu pun pergi meninggalkan kebun. Padahal, dalam hatinya ia kecewa karena tidak berhasil mendapatkan anggur yang diinginkannya.
Pesan Moral
Dongeng ini mengajarkan kita bahwa:
- Jangan meremehkan sesuatu hanya karena kita gagal mendapatkannya.
- Terkadang, orang cenderung mencari-cari alasan untuk menutupi kelemahan atau kegagalannya.
- Lebih baik mengakui kegagalan dengan jujur, lalu berusaha lagi, daripada berpura-pura tidak menginginkannya.
Kesimpulan
Cerita Rubah dan Anggur adalah dongeng sederhana dengan pesan moral yang dalam. Cerita ini menggambarkan bagaimana manusia sering kali bersikap serupa dengan rubah, yaitu menganggap sesuatu tidak berharga hanya karena tidak bisa memperolehnya. Dongeng ini mengajarkan kita untuk lebih rendah hati dan jujur dalam menyikapi kegagalan.