Dongeng Sungai Kawat ini berasal dari daerah pedalaman Kalimantan, di mana terdapat sebuah sungai yang kini dikenal dengan nama Sungai Kawat. Dalam bahasa lokal, “kawat” dapat berarti pengikat atau sesuatu yang mengikat dengan kuat—yang kelak menjadi simbol penting dalam cerita ini.
🌿 Kisah Awal: Desa yang Damai
Dahulu kala, di sebuah lembah subur yang dikelilingi oleh hutan hujan lebat, hiduplah sebuah suku yang dikenal damai dan makmur. Mereka hidup dari hasil bumi dan air yang mengalir dari pegunungan. Namun, di tengah masyarakat itu, tinggal seorang pemuda bernama Rantayo, yang dikenal sebagai pembuat alat dari logam—termasuk kawat, besi tipis, dan pisau tajam.
Rantayo memiliki keahlian langka, dan masyarakat sangat menghargainya. Tapi keahliannya ini membuatnya sombong dan menolak ajakan gotong-royong, bahkan ia menolak menikahkan adiknya dengan pemuda dari desa tetangga karena merasa derajatnya lebih tinggi.
⚠️ Kutukan dari Sesepuh
Suatu hari, desa dilanda kekeringan panjang. Satu-satunya sumber air hanya tersisa di bagian utara desa, dan semua warga berkumpul untuk membuat aliran air bersama. Rantayo menolak. Ia malah menciptakan saluran sendiri dengan kawat logam yang dialirkan hanya ke rumahnya.
Melihat keserakahannya, sesepuh desa memperingatkan, “Air bukan milik satu orang. Jika kau terus berlaku serakah, sungai akan mengambil kembali apa yang kau curi.”
Rantayo tertawa. Tapi malam itu, hujan turun deras tak terkira. Petir menyambar dan membakar bengkel logam milik Rantayo. Esoknya, dari tempat bengkel itu, tanah terbelah, dan air meluap deras seperti kawat yang menjalar—membentuk aliran sungai panjang.
Desa pun terendam, hanya rumah-rumah di atas bukit yang selamat.
💧 Lahirnya Sungai Kawat
Air terus mengalir dari celah bekas bengkel itu. Masyarakat menyebutnya Sungai Kawat, karena bentuknya yang meliuk-liuk seperti kawat yang dahulu dibuat Rantayo.
Sejak saat itu, desa dibangun ulang lebih bijak, dan masyarakat percaya bahwa sungai itu adalah pengingat agar manusia tidak serakah dan tidak mengambil apa yang seharusnya dibagi.
📜 Pesan Moral
Dongeng Asal Mula Sungai Kawat menyampaikan beberapa pesan penting:
- Kesombongan dan keserakahan dapat menghancurkan diri sendiri.
- Air dan sumber daya alam adalah milik bersama.
- Kemampuan luar biasa harus disertai dengan tanggung jawab sosial.